Metode Penyembuhan dengan PRP (Platelet Rich Plasma) Therapy

PRP therapy offers a promising solution to accelerate healing of tendon injuries and osteoarthritis naturally without subjecting the patient to significant risk. PRP is an emerging treatment in a new health sector known as “Orthobiologics.” The philosophy is to merge cutting edge technology with the body’s natural ability to heal itself.

Blood is made of RBC (Red Blood Cells), WBC (White Blood Cells), Plasma, and Platelets. When in their resting state, platelets look like sea sponges and when activated form branches. Platelets were initially known to be responsible for blood clotting. In the last 20 years we have learned that when activated in the body, platelets release healing proteins called growth factors. There are many growth factors with varying responsibilities, however cumulatively they accelerate tissue and wound healing. Therefore after increasing the baseline concentration of these platelets, we are able to deliver a powerful cocktail of growth factors that can dramatically enhance tissue recovery.

PRP History and Current Studies

PRP was initially used over 20 years ago in the Dental community to enhance wound healing in cancer patients with jaw reconstruction. Soon afterwards its applications extended across many fields of medicine from cardiovascular surgery to orthopaedics. Multiple studies are underway to help further refine the treatment and demonstrate its efficacy.

PRP Treatment for A Patient with Scar From Post Acne

Bagi pasien di film tersebut, menyembuhkan luka bekas jerawat sudah cukup melelahkan, Dia sudah pergi ke banyak klinik kecantikan dan menggunakan solusi obat-obat oles impor yang mahal dan membutuhkan waktu lama, namun tidak memberikan hasil kesembuhan sesuai yang diinginkan.  Akhirnya sang pasien pilih untuk pasrah dan tidak berbuat apa-apa sampai pada suatu saat, ketika keluarga Dr. Indah Yulianto berkunjung ke Jeddah, dan kami janjian untuk ketemuan karena kami sendiri adalah teman di SMA, dan kebetulan sang pasien ada waktu dan ketemuan, sambil ngobrol Dr. Indah Yulianto langsung nyeletuhk, ” Wajahnya Mas Uxxxx bisa dibenerin loh !” sambil tersenyum.  Dan tidak lama kemudian ketika Sang pasien pulang ke Solo, Dia langsung mampir ke klinik Dr. Indah Yulianto, dan mendapatkan perawatan.  Video di atas adalah perawatan yang kedua menggunakan Platelet-Rich Plasma yang diambil dari darah Sang pasien sendiri dan diolah untuk menstimulasi penyembuhan pada luka bekas jerawat, dan hasilnya wow kulit laki-laki yang mulus tidak tampak pernah jerawatan…:)

Efek Sinar Matahari Pada Kulit

Assalammu’alaikum wr. wb.

Radiasi Ultra Violet menyebabkan kerusakan pada kesehatan. Spectrum UV dibagi menjadi beberapa region: UVC, UVB, UVAII, dan UVAI.  Lapisan ozone melindungi manusia terhadap sinar UVC, namun tidak terhadap sinar UVB dan UVA.

Reactive Oxygen species (ROS), termasuk didalamnya radical bebas oxygen dapat dihasilkan oleh eksposure kulit terhadap radiasi UV. Sinar UVB dikenal dapat menyebabkan kebakaran.  Sinar UVA dikenal menyebabkan photoaging

photoaging merupakan hasil kerusakan terhadap kulit disebabkan oleh eksposure yang berkepanjangan, dalam kehidupan manusia, terhadap radiasi UV. Contoh photoaging: flek/spot hitam, keriput, kanker kulit, kerusakan pembuluh darah.wrinkles

Sinar UVB biasanya bersinar pada jam 10 Am hingga 3 Pm dan termasuk di musim panas, mungkin sepanjang tahun untuk Indonesia jauh lebih pagi seperti setelah pukul 7 Am hingga 4 Pm, sedangkan UVA lebih konstan pada tiap-tiap harinya serta sepanjang tahun.  UVA dapat mempenetrasi kaca mobil, kantor, dan rumah secara konstan.  UVB dapat ditolak oleh kaca.  Sebagian besar mencapai 2/3 UVA adalah UVAI atau sering disebut dengan long UVA karena memiliki panjang gelombang yang lebih panjang. Dibandingkan dengan UVB jumlah UVA mencapai 30 kalinya dalam spektrum UV.

Efek Sinar Matahari pada Kulit

Ketika sinar matahari menyinari badan kita, maka kulit luar (epidermis) menyerap sinar UVB. Hal ini menghasilkan radikal bebas oxygen yang dapat menghancurkan atau memutasi sel bahkan dapat menyebabkan kanker kulit.  Sinar UVAI akan memasuki lebih dalam permukaan kulit bahkan melewati kulit.  Penetrasi yang dilakukan UVA 30 hingga 40 kali lipat lebih dalam dibandingkan dengan UVB yang akan menghasilkan radikal bebas oxygen yang dapat memutasikan collagen, elastin, proteoglycan, dan bahkan DNA.  Pada saat ini UVA dipercaya dapat menyebakan kerusakan pada jaringan bawah kulit.  Tampak luar adalah perubahan aging jaringan dalam  dan photoaging, seperti keriput, spot hitam/coklat, actinic keratosis (kulit berwarna seperti tulang, pink atau kemerah2an terasa seperti kertas) yang dapat berkembang menjadi kanker kulit.

Insya Allah Bersambung

Sumber: The Science Supporting Skinceuticals Topical Antioxidant Serums

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.